ngobrol sama Palestine

Rabu, 06 Februari 2013

Bab 1-sub bab 1

BAB 1[1]
Si Pemuda yang Duduk di Atas Bukit Jabaliyah
"Hei Palestine! Apa kau tahu tiap hari aku menunggumu di sini! Hei Palestine, kapan kau kembali dari Yordania? Ayo kita lempar batu-batu pada mereka, Palestine! Tanah Palestina terus merindumu!"
 __________
 Sial! Seharusnya aku tidak boleh terlalu merindunya. Bagaimana mungkin semua perasaan ini terjadi dan bertambah sesak di dada. Bukanlah seorang Yanaan yang tegas di hadapan sesosok gadis keras kepala, Palestine. Gadis yang mempunyai keteguhan prinsip walau terkadang ia rapuh juga.
Hahaha! Sesak! Sial!
 *

Yanaan melihat dari atas bukit sebuah mobil berwarna hitam itu melaju pelan meninggalkan Jabaliyah. Air matanya jatuh menetes di pipi, namun lekas dikeringkan oleh kedatangan angin yang menghapusnya.
            “Palestine, aku akan terus merindumu di sini. Kudoakan agar kau tetap selamat dan terlindungi selama beberapa waktu, juga untuk melupakan penderitaan hidup yang pernah kau alami. Berbahagialah Palestine, nikmatilah saat-saat berhijrah. Sampai kau datang kembali ke tanah ini dengan mental yang tak lagi rapuh. Menjadi sesosok Palestine yang kuat. Aku akan tetap setia, menunggumu.”
         Pemuda itu mengangkat tangannya dan melambai-lambaikan tangannya pada sebuah mobil yang telah pergi menjauh dari pandangannya.
            “PALESTINEEEE….! PALESTINEEEE! PALESTINEEEE!!!”
*
 "Yanaan," ketua Fasakh menepuk pundak Yanaan yang semenjak tadi dilihatnya tengah duduk melamun di atas bukit Jabaliyah. Ia sangat tahu bagaimana perasaan Yanaan pada Palestine, meski apa yang telah dipilih adalah untuk kebaikan Palestine dengan meninggalkan tanah Palestina selama beberapa waktu.

"Ya, ketua Fasakh? Ada apa?" Yanaan menoleh ke belakang dan menyunggingkan senyum tipisnya. 
"Ini sudah malam, udara sangat dingin. Nanti kau bisa kena masuk angin, masuklah ke masjid. Dan bacalah Qur'an, jauh lebih baik jika kau alihkan pikiranmu tentang dia dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Yanaan." tukas ketua Fasakh terus menghiburnya. Perlu waktu bagi seseorang yang jatuh cinta dan ditinggal pergi untuk kembali ke dunia normalnya tanpa lamunan.
 "Baiklah,"

*


As my beloved's ship sails, my soul travels on the wind
Tell him, my dear (literally, my pretty), it's early
Sleep is forbidden (haram) on the Night of Eid

Biasanya Yanaan selalu berada di samping Palestine. Semua orang yang melihat mereka berprasangka jika Yanaan dan Palestina saling jatuh cinta. Melihat sosok Yanaan yang linglung seperti itu, membuat ia mendapatkan ejekan yang tiada habisnya.

"Kasihan sekali dikau anak muda, mungkin saja Palestine tidak mau lagi kembali ke tanah ini. Dia lebih aman di sana dan tidak ada seorangpun yang menyakitinya. Kalau kau terus begitu, sedangkan kondisi Gaza lambat laun tak tentu nasibnya, mungkin detik ini kau masih bisa bertemu denganku, atau mungkin saja aku yang terakhir kali bertemu denganmu. Ini sama seperti hidup di dalam penjara menunggu mati. Jadi, jangan kau sia-siakan dirimu itu". tutur seorang lelaki berkumis yang sedang membetulkan tenda kamp pengungsian.

"Apa kau pernah jatuh cinta,




6 komentar:

  1. Nyiawwwwwwwwwww..... hehehee
    aku mau dan dukung novel Palestine yang ke 3 ini.
    semoga cepat selesai ya... amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiawwww makasih ya! Ini tiap hari ada secercah kisah2 nya Yanaan... lagi pingin bebas lepas nyawww

      Hapus
  2. iyahh....
    aku tunggu noval palestine nya,,,
    udh ngga sabar mau baca...
    bagus bngt sihh....

    BalasHapus
  3. Kak kok yng Novel ke 2 "gadis kecil di tepi gaza" Kali believe sekarang dimana ya?? Trs yang purnama untuk Palestine beli dimana Kak, saya mauuy bacaaa😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung aja beli novel cahaya palestine itu uda 3 episode

      Hapus