BAB 1[1]
Si Pemuda yang Duduk di Atas Bukit Jabaliyah
__________"Hei Palestine! Apa kau tahu tiap hari aku menunggumu di sini! Hei Palestine, kapan kau kembali dari Yordania? Ayo kita lempar batu-batu pada mereka, Palestine! Tanah Palestina terus merindumu!"
Sial!Seharusnya aku tidak boleh terlalu merindunya. Bagaimana mungkin semua perasaan ini terjadi dan bertambah sesak di dada. Bukanlah seorang Yanaan yang tegas di hadapan sesosok gadis keras kepala, Palestine. Gadis yang mempunyai keteguhan prinsip walau terkadang ia rapuh juga.
Hahaha! Sesak! Sial!
*
