BAB 1[1]
Si Pemuda yang Duduk di Atas Bukit Jabaliyah
__________"Hei Palestine! Apa kau tahu tiap hari aku menunggumu di sini! Hei Palestine, kapan kau kembali dari Yordania? Ayo kita lempar batu-batu pada mereka, Palestine! Tanah Palestina terus merindumu!"
Sial!Seharusnya aku tidak boleh terlalu merindunya. Bagaimana mungkin semua perasaan ini terjadi dan bertambah sesak di dada. Bukanlah seorang Yanaan yang tegas di hadapan sesosok gadis keras kepala, Palestine. Gadis yang mempunyai keteguhan prinsip walau terkadang ia rapuh juga.
Hahaha! Sesak! Sial!
Yanaan melihat dari
atas bukit sebuah mobil berwarna hitam itu melaju pelan meninggalkan Jabaliyah.
Air matanya jatuh menetes di pipi, namun lekas dikeringkan oleh kedatangan angin
yang menghapusnya.
“Palestine, aku akan terus merindumu di sini. Kudoakan
agar kau tetap selamat dan terlindungi selama beberapa waktu, juga untuk
melupakan penderitaan hidup yang pernah kau alami. Berbahagialah Palestine,
nikmatilah saat-saat berhijrah. Sampai kau datang kembali ke tanah ini dengan
mental yang tak lagi rapuh. Menjadi sesosok Palestine yang kuat. Aku akan tetap
setia, menunggumu.”
Pemuda itu mengangkat tangannya dan melambai-lambaikan tangannya pada sebuah mobil yang telah pergi menjauh dari pandangannya.
Pemuda itu mengangkat tangannya dan melambai-lambaikan tangannya pada sebuah mobil yang telah pergi menjauh dari pandangannya.
“PALESTINEEEE….! PALESTINEEEE! PALESTINEEEE!!!”
*
"Yanaan," ketua Fasakh menepuk pundak Yanaan yang semenjak tadi dilihatnya tengah duduk melamun di atas bukit Jabaliyah. Ia sangat tahu bagaimana perasaan Yanaan pada Palestine, meski apa yang telah dipilih adalah untuk kebaikan Palestine dengan meninggalkan tanah Palestina selama beberapa waktu.
"Ya, ketua Fasakh? Ada apa?" Yanaan menoleh ke belakang dan menyunggingkan senyum tipisnya.
"Ini sudah malam, udara sangat dingin. Nanti kau bisa kena masuk angin, masuklah ke masjid. Dan bacalah Qur'an, jauh lebih baik jika kau alihkan pikiranmu tentang dia dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Yanaan." tukas ketua Fasakh terus menghiburnya. Perlu waktu bagi seseorang yang jatuh cinta dan ditinggal pergi untuk kembali ke dunia normalnya tanpa lamunan.
"Baiklah,"
*
As my beloved's ship sails, my soul
travels on the wind
Tell him, my dear (literally, my
pretty), it's early
Sleep is forbidden (haram) on the
Night of Eid
"Kasihan sekali dikau anak muda, mungkin saja Palestine tidak mau lagi kembali ke tanah ini. Dia lebih aman di sana dan tidak ada seorangpun yang menyakitinya. Kalau kau terus begitu, sedangkan kondisi Gaza lambat laun tak tentu nasibnya, mungkin detik ini kau masih bisa bertemu denganku, atau mungkin saja aku yang terakhir kali bertemu denganmu. Ini sama seperti hidup di dalam penjara menunggu mati. Jadi, jangan kau sia-siakan dirimu itu". tutur seorang lelaki berkumis yang sedang membetulkan tenda kamp pengungsian.
"Apa kau pernah jatuh cinta,
Nyiawwwwwwwwwww..... hehehee
BalasHapusaku mau dan dukung novel Palestine yang ke 3 ini.
semoga cepat selesai ya... amin.
Nyiawwww makasih ya! Ini tiap hari ada secercah kisah2 nya Yanaan... lagi pingin bebas lepas nyawww
HapusBuat Blog baru lagi ya....????
BalasHapusiyahh....
BalasHapusaku tunggu noval palestine nya,,,
udh ngga sabar mau baca...
bagus bngt sihh....
Kak kok yng Novel ke 2 "gadis kecil di tepi gaza" Kali believe sekarang dimana ya?? Trs yang purnama untuk Palestine beli dimana Kak, saya mauuy bacaaa😂
BalasHapuslangsung aja beli novel cahaya palestine itu uda 3 episode
Hapus